Posted by : elangkevin.blogspot.com
Senin, 16 Februari 2015
10 INOVASI KEREN DARI BARANG RONGSOKAN
Halo sahabat Exa, Hari ini pas main Kaskus( Btw,
saya juga Kaskuskuer, hehe :D) Nemu Thread (Nama lain Postingan Di Kaskus)dari http://www.kaskus.co.id/post/54d4727098e31b112a8b4584#post54d4727098e31b112a8b4584 tentang
Inovasi dari barang rongsokan yang keren. Penasaran? Baca aja disini, udah Exa
sediakan informasinya untuk kalian, Cekidot. :D . Semogfa Informasinya membuat
kita makin berinovasi dan berkarya untuk Keselamatan Dunia Bersama (Hehe.. :D)
Ada banyak hal luar biasa yang dibuat manusia di seluruh dunia. Mulai dari
bangunan, karya seni, teknologi dan sebagainya. Namun sebagian besar karya
spektakuler adalah hasil kreativitas profesional di bidang mekanik dan
arsitektur.
Untuk menciptakan karya yang hebat pasti dibutuhkan material berkualitas yang
mahal harganya. Namun tidak selamanya angapan ini berlaku. Barang rongsokan
yang dianggap sebagai sampai bisa disulap menjadi barang yang sangat berguna.
Semuanya adalah hasil kreativitas orang-orang biasa yang menggunakan barang
bekas untuk menciptakan proyek yang luar biasa.
Mengutip laman therichest, berikut adalah 10 barang rongsokan yang disulap
menjadi karya luar biasa:
Cekibrott gan!!!
1. Listrik Tenaga Kincir Angin
William Kamkwamba adalah seorang warga Malawi, yang pada tahun 2009 membantu
penduduk setempat untuk menghasilkan listrik mereka sendiri. Kamkwamba terpaksa
berhenti sekolah (waktu itu usianya masih 14) karena keluarganya tidak mampu
membayar biaya. Namun dia tidak menyerah. Kamkwamba melanjutkan pendidikan
dengan membaca buku di perpustakaan kecil di desanya.
Akhirnya ia menemukan sebuah buku yang berisi informasi mengenai kincir angin
yang bisa menghasilkan listrik dan berfungsi sebagai pompa air. Menggunakan
barang bekas, Kamkwamba dibantu warga menciptakan kincir angin sederhana yang
terbuat dari bilah kipas mesin traktor, shock absorber, pipa plastik dan
beberapa bagian sepeda.
Rumah Kamkwamba pun akhirnya teraliri listrik. Ia mengembangkan kincir angin
itu menjadi pemompa air. Kamkwamba kemudian membuat beberapa kincir angin
lainnya sebagai sumber listrik bagi sebagian penduduk desanya. Hanya 2% dari
populasi Malawi yang memiliki akses listrik.
2. Rumah Mini
Derek Diedricksen awalnya iseng membuat rumah mini dan tempat berteduh pada tahun 2012. Rumah tersebut dibangun menggunakan bahan dan barang-barang bekas yang telah dibuang oleh pemiliknya. Sejak itu, Diedricksen dikenal sebagai pembuat rumah mini dengan harga sekitar US$200.
Meskipun dari barang bekas, tapi interior di dalamnya terlihat mewah.
Barang-barang bekas yang dipakai termasuk kaca mesin cuci, potongan lemari, dan
besi tua.
Kini Diedricksen sering dapat pesanan membuat rumah mini jika ada festival
musik. Biasanya penonton festival mendirikan tenda beberapa hari sebelum konser
dimulai, namun kini mereka bisa minta dibuatkan rumah mini yang lebih nyaman.
Diedricksen bahkan kadang membuatkan rumah mini untuk para tunawisma.
3. Mobil Super
Z59 adalah sebuah mobil yang dibuat seluruhnya dari bahan dan suku cadang
bekas. Mobil yang terinspirasi supercar Ariel Atom tersebut butuh waktu 15
bulan dan pengerjaan sekitar 800 jam untuk menyelesaikannya.
Setiap bagian, mulai dari throttle hingga mesin, terbuat dari bahan bekas.
Mesinnya diambil dari Acura RSX, beberapa bagian lainnya diambil dari peralatan
dapur dan pipa besi bekas, serta potongan kayak tua. Menariknya, Z59 laik jalan
seperti layaknya mobil pada umumnya. Dengan tenaga pacu sebesar 160 hp, Z59
mampu melaju dari 0-60 mph dalam waktu 4,5 detik..
4. Katedral
Justo Gallego Martinez, juga dikenal sebagai Don Justo, mulai membangun sebuah
katedral di Madrid, pada tahun 1961. Sejak saat itu, Don Justo berhasil
menciptakan struktur yang sangat besar (hampir sendirian) yang mencakup
perpustakaan, serambi, ruang bawah tanah dan beberapa kapel.
Pria 89 tahun itu bergantung pada bahan bangunan daur ulang, sumbangan dan batu
bata yang tak terpakai. Namun katedral tersebut tidak pernah difungsikan karena
Don Justo tidak pernah mengajukan izin membangun dan katedral terbuat dari
material bekas. Selain itu, Don Justo sendiri juga bukan profesional di bidang
arsitektur dan bangunan.
Hanya saja, pemerintah kota setempat tetap mengizinkan pembangunan katedral
tetap dilanjutkan karena keunikannya berhasil menarik wisatawan.
Setelah Jim Bishop putus sekolah pada usia 15 tahun, ia mulai membangun kastil
pribadi di Colorado. Selama 40 tahun terakhir, kastil itu telah bertambah luas
dan Bishop terus menambah beberapa bagian sebagai cara bersantai dan
menghilangkan stres.
Dibangun hampir seluruhnya oleh dirinya sendiri, kastil terdiri dari batu dari
daerah sekitarnya dan barang bekas yang disumbangkan atau diperoleh dari
berbagai lokasi.
Struktur itu sendiri memakan sejumlah besar ruang dan dilengkapi dengan menara
yang mencapai ketinggian 250 meter. Tidak lupa, Bishop juga membangun jembatan
yang menghubungkan bagian-bagian lain di kastil pribadinya.
6. Rollercoaster
Sebuah rollercoaster yang terbuat dari barang bekas dibangun di belakang rumah
John Ivers. Rollercoaster mini tersebut dibangun sendirian oleh Ivers
menggunakan besi tua dengan biaya hanya US$1,500 dan lama pengerjaan 1.000 jam. Rollercoaster mini tersebut panjangnya 444 feet dengan kecepatan bisa mencapai
20 mil per jam.
7. Robot
Sekelompok mahasiswa dari Universitas West England menciptakan robot yang
terbuat dari barang-barang bekas dan bahan daur ulang. Robot tersebut bisa
diprogram untuk berbagai keperluan.
Untuk menciptakan robot tersebut, para mahasiswa West England menggunakan lampu
dari Land Rover, kipas dari casing komputer dan bahkan komponen elektronik
PlayStation 3. Robot ini butuh sekitar US$20.000 untuk biaya desain dan
perakitannya. Meski begitu, ongkos tersebut masih jauh lebih murah daripada
produk sejenis yang tersedia secara komersial yang harganya ratusan ribu dolar.
Robot ini sempat diikutkan dalam kompetisi robot air pada 2012. Para mahasiswa
berharap robot dari barang bekas mereka bisa menyelam di tambang bawah laut,
membersihkan pengebor minyak dan memetakan arus bawah laut.
8. Jaringan Wi-Fi
Internet telah menjadi kebutuhan bagi semua orang saat ini. Di negara maju,
orang bisa dengan mudah mendapat akses internet melalui jaringan Wi-Fi. Namun
tidak demikian bagi orang yang tinggal di negara seperti Afghanistan.
Untuk menyiasati hal itu, sebuah tim di sana mengembangkan sistem jaringan
nirkabel open-source bernama FabFi. Sistem ini memungkinkan orang untuk
terhubung ke jaringan dengan membangun mode yang dapat dibangun dari bahan
bekas yang tersedia di sekitar kita, seperti besi dan plastik.
Menariknya, transfer data FabFi bisa mencapai kecepatan hingga 11.5 Mbit/s.
Keberhasilan proyek ini telah meluas ke wilayah lain di luar Afghanistan,
termasuk ke negara Kenya.
9. Pulau Buatan Portable
Richart 'Raishee' Sowa adalah seorang tukang kayu dan seniman Inggris yang
berhasil membangun pulau impiannya sendiri sebagai tempat tinggal di Meksiko.
Pulau terapung yang ukurannya relatif kecil dibandingkan dengan beberapa
pulau-pulau lain ini bisa berpindah-pindah. Dengan demikian Raishee bisa
melakukan perjalanan ke lokasi yang berbeda tanpa harus meninggalkan rumahnya.
Dibangun dari kayu dan bambu, pulau buatan ini bisa mengapung di atas air
berkat lebih dari 250.000 botol plastik kosong yang menjadi dasarnya. Pulau itu
sendiri berisi segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup, termasuk fasilitas
seperti mesin cuci, serta sebuah rumah besar dengan beberapa kamar tidur dan
fasilitas lainnya.
10. Robot Transformers
Pada tahun 2014, beberapa pekerja di perusahaan jual beli besi tua di Cina
bosan dan memutuskan untuk membuat sebuah patung robot Transformer raksasa,
dari beberapa besi yang sudah tidak terpakai. Patung Optimus Prime yang
memiliki ukuran sama seperti di filmnya itu menjadi terkenal. Kreativitas
pekerja tersebut ternyata meningkatkan omzet bisnis perusahaan tersebut.
Para pekerja kemudian membuat lagi beberapa patung robot Transformers hingga
akhirnya jumlah mencapai lebih dari 40 buah yang tersebar di tempat mereka
bekerja. Menariknya, patung-patung ini tidak hanya diam karena pada bagian
tangan dan kaki dibuat dari material yang bisa bergerak-gerak.
Jadi tidak semua besi tua berakhir di peleburan karena beberapa bisa dipakai
untuk membuat patung robot Transformers. Jika Anda tertarik memboyong salah
satu patung Transformers ini, siapkan kocek sebesar US$ 16 ribu atau sekitar Rp
204 juta.
Gimana? Keren kan? Semoga dapatr mengisnpirasi kita dalam memanfaatkan sampah.









