WELCOME IN Miku Green World!
Posted by : elangkevin.blogspot.com Senin, 29 Januari 2018

CARA PEMILAHAN SAMPAH
Sampah menjadi masalah yang sudah ada sejak lama. Dengan keadaan yang semakin mengenaskan., perlu cara untuk menanggulinya. Berikut Miku Go Green akan kasih tahu caranya...

Cari tahu 3 Jenis Sampah yang Perlu Kamu Ketahui
Kalian tentu sudah tak asing kan dengan jenis-jenis sampah? Ya, benar! Ada sampah organik dan anorganik. Lalu apa sih bedanya?
  • Sampah organik
Sampah ini terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis. Contoh dari jenis sampah ini, yaitu sisa makanan dan daun. Sampah organik juga biasa disebut sebagai sampah basah.
  • Sampah anorganik
Sampah ini terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis dan proses penghancurannya membutuhkan penanganan di tempat khusus. Contoh dari sampah anorganik, misalnya plastik, kaleng, dan styrofoam. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering.
Ternyata ada satu jenis sampah lagi. Apakah itu?
Namanya adalah sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Sampah jenis ini merupakan limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun, misalnya limbah rumah sakit, limbah pabrik, dan lain-lain. Nah ini nih yang sangat berbahaya dibadingkan dengan jenis sampah rumah tangga berjenis organik dan anorganik.
Sudah Tahu Jenisnya, Mengolahnya Harus Mulai Dari Mana?
Tenang, kalian tidak perlu kok pergi ke gunung atau berenang ke laut lepas untuk memungut sampah-sampah tersebut.
Gak perlu pergi juga ke TPA terdekat dari rumah kalian untuk ikut membantu para pekerja di sana untuk memilah sampah.
Apa yang bisa kalian lakukan dan mulai dari mana?
Jawabannya…
Mulailah dari rumah masing-masing dengan cara ini…..
Kenali Jenis Sampah di Rumah Untuk Tahu Cara Mengelolanya
Kamu tentu sudah tahu kan jenis sampah organik dan anorganik? Nah, apa saja ya pembagiannya di rumah?
Ini jawabannya:
3 jenis sampah anorganik di rumah:
  1. Sampah yang didaur ulang sendiri
Contohnya, kemasan pewangi pakaian atau pewangi lantai, botol plastik, gelas plastik, dan lainnya.
Sampah ini bisa didaur ulang menjadi:
  • Hiasan bunga
  • Tas
  • Tempat laptop
  1. Sampah yang dapat diberikan kepada orang lain
Biasanya diberikan kepada pemulung dan sampahnya masih bisa didaur ulang atau bisa dijual kembali.
Misalnya, koran, majalah, karton, kardus, kantong plastik, styrofoam.
Terakhir…
Apabila sampah tidak bisa didaur ulang dan tak layak untuk diberikan, sebaiknya buang saja ke bak sampah. Tapi ingat, dibuang di tempat khusus limbah-limbah anorganik ya!.
2 jenis sampah organik di rumah:
  1. Sampah organik hijau
Berasal dari sampah rumah tangga yang dapat diproses kembali menjadi pupuk kompos.
Contohnya, daun atau tangkai dari sayuran hijau, nasi, kulit sayuran dan buah-buahan, ampas kelapa, dan lainnya.
  1. Sampah organik hewani
Sama halnya dengan sampah organik hijau, sampah organik hewani juga dapat diolah kembali untuk dijadikan pupuk.
Contohnya, tulang ayam, duri ikan, kulit udang, dan lainnya.
Buat Sendiri Pupuk Kompos dari Sampah Organik yang Ada di Rumah
Membuat pupuk kompos sendiri di rumah tidak sulit, lho. Kamu juga bisa memanfaatkan sampah organik yang ada di rumah.
Ini yang harus kamu siapkan:
  1. Ember plastik yang sudah dilubangi.
  2. Dua buah bantalan yang terbuat dari sabut kelapa yang dibungkus kasa nyamuk.
  3. 5-6 kilogram kompos yang terbuat dari tumbuhan.
  4. Alat pengaduk
Begini cara membuatnya:
  1. Letakan satu bantalan di bagian atas ember plastik. Bantalan ini akan berfungsi sebagai penghangat ketika proses pembuatan kompos.
  2. Tuang kompos yang siap pakai.
  3. Masukkan sampah organik hijau yang sudah dipotong kecil ke dalam kardus.
  4. Aduk semuanya hingga rata.
  5. Lakukan tahapan tersebut hingga ember terisi penuh.
  6. Tutup ember menggunakan bantalan yang satu lagi.
  7. Letakan di tempat yang tidak terkena air dan terik matahari.
  8. Buka kardus setiap 3 hari dan aduk isinya.
Lakukan langkah tersebut sampai sampah menjadi hitam dan hancur (prosesnya kurang lebih 1 bulan). Sampah pun akan siap digunakan.
Ada cara lain untuk mengolah sampah organik… mau tahu?
Buat lubang biopori di rumah!
Lubang biopori berbentuk silindris yang digali vertikal ke dalam tanah ini sebenarnya berfungsi sebagai jalur serapan air hujan.
Biopori yang ditemukan salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini dibuat agar tidak ada genangan air yang berujung pada timbulnya banjir di sekitar rumah (waterlogging).
Lalu apa hubungannya sama sampah organik di rumah?
Si lubang-lubang biopori yang telah dibuat di halaman rumah ini bisa menjadi wadah atau tempat membuat sampah-sampah yang mudah terurai alias si sampah organik.
Nantinya, sampah-sampah organik yang telah dimasukkan dan dibiarkan di lubang tersebut lama-lama bisa menjadi…
Kompos.
Tidak hanya menyuburkan tanah di area pekarangan rumah, kompos tersebut pun bisa kamu ambil untuk digunakan sebagai pupuk tanaman-tanaman yang lain.
Udah tahu cara buat lubang biopori? gini nih..
Sejak dikenalnya metode ini, pemerintah Indonesia pun mencanangkannya sebagai gerakan massal yang dapat dilakukan perorangan di rumah, sampai instansi-instansi perusahaan.
Tujuannya…
Membuat Indonesia bebas banjir.
Oleh sebab itu, kamu tidak usah mahal-mahal membeli bor atau alat khusus pembuat biopori kok. Alat itu bisa dipinjam dari RW atau RT tempat kamu tinggal.
Sudah pinjam… lalu…
  • Tentukan lahan atau area rumah yang akan dibuat lubang biopori.
  • Ambil alat khusus pembuat biopori, tancapkan ujungnya ke permukaan tanah yang telah dibasahi dengan air, putar hingga alat tersebut masuk ke dalam tanah.
  • Putar terus alat tersebut hingga tanah terkeruk, lalu angkat dan sisihkan tanah dari dalam lubang.
  • Lakukan proses itu hingga lubang memiliki kedalaman sekitar 100 senti meter.
  • Ulangi lagi tahapan di atas untuk membuat lubang-lubang lainnya.
Nah, kalau sudah jadi, lubang-lubang tersebut pun siap menampung sampah-sampah organik dari rumah seperti:
Sisa makanan, daun-daun yang berguguran, dan sampah produk pulp (kertas dan kardus).
Intinya, sampah-sampah di rumah itu semua dapat dikelola. Caranya…
Terapkan prinsip 4R untuk mengelola sampah
Dalam mengelola sampah dengan baik, kamu bisa melakukan 4R. Apa sih 4R itu?
4R adalah singkatan dari:
  1. Replace (mengganti).
  2. Reduce (mengurangi).
  3. Re-use (memakai).
  4. Recycle (daur ulang).
Masih bingung? Tenang saja!
Berikut penjelasan dari masing-masing poin:
1. Replace (mengganti)
Ganti dengan barang ramah lingkungan.
Usahakan untuk menggunakan barang yang bisa digunakan lebih dari sekali pemakaian.
Misalnya:
– Ganti kantong keresek dengan tas belanja.
– Hindari penggunaan styrofoam.
2. Reduce (mengurangi)
Kurangi produksi sampah yang dihasilkan oleh diri sendiri.
Cara melakukannya:
– Bawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik.
– Membawa botol minuman daripada membeli minuman dalam kemasan.
3. Re-use (memakai)
Menggunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai.
Caranya:
– Gunakan plastik bekas belanja untuk pembungkus di kemudian hari.
– Kaleng bekas dijadikan sebagai pot tanaman.
– Pakaian bekas dijadikan sebagai lap, kerajinan tangan, dan lainnya.
4. Recycle (daur ulang)
Daur ulang sampah yang telah dihasilkan.
Cara yang satu ini memang tidak mudah karena membutuhkan teknologi dan penanganan yang khusus.
Namun, kamu bisa melakukan ini:
  • Kumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk didaur ulang.
  • Kumpulkan sisa kaleng atau botol untuk didaur ulang.
  • Gunakan produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.
Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Cara Praktis
Pengelolaan sampah di rumah ternyata cukup mudah. Kamu cukup ikuti langkah berikut:
  1. Pilah sampah sesuai jenisnya.
  2. Potong kecil/rajang sampah organik dan kumpulkan ke dalam peralatan reaktor komposter sederhana untuk dijadikan kompos.
  3. Pilah sampah anorganik. Sebagian kemasan kertas/plastik dapat didaur ulang menjadi bahan-bahan kerajinan. Sampah kering yang tidak dapat didaur ulang dapat dikumpulkan untuk dijual kembali.
  4. Kumpulkan sampah B3 dalam plastik putih dan tulis kode B3 menggunakan spidol merah. Gantung di TPS terdekat dan petugas kebersihan akan mengerti maksudnya.
Jangan bakar sampah sembarangan!
Mengapa?
Saat sampah dibakar, akan menimbulkan bahaya pada lingkungan sekitar karena terdiri dari bahan yang tidak aman.
Misalnya:
  • Kaleng aerosol dapat meledak jika terkena panas.
  • Plastik dan karet akan menghasilkan gas yang dapat memicu kanker jika dibakar.
Jika terpaksa harus membakar sampah?
  • Pastikan sampah yang dibakar adalah sampah organik
  • Sampah basah tidak terlalu banyak
  • Jauhkan pembakaran dari kerumunan atau benda yang mudah terbakar
Jika kamu merasa sampah-sampah itu tdak bisa diolah lagi, buang ke tempat sampah, ya.
Tapi harus diingat!
Buang sampah-sampah berjenis organik serta anorganik itu ke tempat yang berbeda.
Ga susah kok.
Kamu cukup menyediakan dua buah tempat sampah berlabelkan ORGANIK dan ANORGANIK.
Lalu…..
Tempatkan kedua tempat sampah itu di lahan khusus pembuangan sampah, baik di dalam rumah yaitu di dapur serta di luar rumah, dekat dengan gerbang luar.
Secara ga sadar, dengan membuang sampah organik dan anorganik ke tempat yang berbeda, kamu udah membantu membuat lingkungan rumah jadi lebih baik.
Gak cuma itu!
Kamu juga sudah membantu meringankan tugas tukang pengangkut sampah di rumah lho.
Nah, itu dia cara pintar memilah dan mengolah sampah berdasarkan jenisnya.
Mudah bukan?
Yuk, kita aplikasikan di rumah mulai dari sekarang!
Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Miku Go Green - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -