CARA MEMBUAT LUBANG BIOPORI
Halo para sahabat Exa :D . Kali ini saya akan membagikan informasi mengenai LUBANG BIOPORI (Bukan lubang buaya lho :p) Tapi, sebelumnya ada yang tahu apa itu? :D
Lubang Biopori adalah Lubang resapan air yang diisi sampah organik yang berfungsi sebagai tempat resapan air dan tempat membuat kompos, walaupun hasilnya tidak seperti di postingan sebelumnya.. hehe :D
Cara pembuatan:
Sumber gambar: www.ampl.or.id
Lubang resapan biopori dibuat dengan kedalaman tertentu, kemudian diisi dengan dedaunan yang telah kering atau bisa juga yang masih hijau. Lama kelamaan daun-daun tersebut akan membusuk dan menarik organisme bawah tanah untuk mendekatinya. Pergerakan organisme tersebut membentuk lubang biopori di sekitar lubang resapan tersebut.
Saya bukanlah ahli dalam bidang ini, tetapi saya hanya sekedar ingin berbagi pengalaman tentang pembuatan biopori di lingkungan tempat tinggal saja. Mungkin ada sedikit perbedaan dengan cara pembuatan di tempat lain, tetapi intinya hampir sama. Mudah-mudahan dengan mengetahui manfaat dan cara pembuatannya yang simpel, akan banyak orang yang tertarik untuk membuatnya di lingkungan masing-masing.
Alat-alat yang diperlukan:
1. Bor biopori
2. Pipa paralon dengan ukuran sesuai bor biopori, biasanya 3 atau 4 inchi
3. Dob dengan ukuran sesuai bor biopori, jumlah dob sesuai dengan jumlah lubang yang akan dibuat
4. Gergaji besi
5. Alat bor tangan
6. Linggis
Cara pembuatan:
1. Pipa paralon yang dibeli dari toko besi biasanya berukuran 4 meter, potong dengan gergaji besi menjadi 10 buah, masing-masing 40 cm.
Atau pilih dob yang memang sudah berlubang
4. Buat lubang silindris secara vertikal di dalam tanah dengan mengg bor biopori sedalam 80-100 cm, jika terbentur batu, gunakan linggis. Untuk jarak antar lubang sendiri sebenarnya ada hitungannya, tergantung luas lahan dan intensitas hujan, bla bla bla…. Berhubung gak begitu ngerti ya kira-kira saja diberi jarak sekitar 1 meter.
5. Masukkan potongan pipa paralon ke lubang yang telah dibuat.
6. Isi paralon dengan sampah organik seperti dedaunan atau rumput.
7. Tutup lubang paralon dengan dob.
Paralon ditutup dengan Dob (Ilustrasi bila dikeluarkan dari dalam tanah)
Cara pemeliharaan:
1. Sampah organik di dalam lubang resapan biopori lama-kelamaan akan menyusut karena pelapukan sehingga perlu ditambahkan dalam jangka waktu tertentu.
2. Kompos yang terbentuk dapat diambil dari lubang setiap akhir musim kemarau, lalu masukkan lagi sampah organik yang baru.
Pembuatan biopori ini relatif mudah, bisa dilakukan satu orang saja. Biasanya kesulitan muncul bila lapisan tanahnya keras dan berbatu sehingga sulit untuk digali. Terkadang juga dijumpai bekas penyemenan jika lokasi pembuatan merupakan bekas bangunan. Sebelum membuat lubang pastikan tempat tersebut tidak dilalui talang air atau saluran apapun di bawah tanah. Semoga bermanfaat, selamat mencoba. :D
CARA MEMBUAT PUPUK KOMPOS DARI SAMPAH ORGANIK.
Halo para Sahabat Exa, hari ini saya akan membagikan informasi mengenai cara pembuatan pupuk kompos dari sampah organik. Dengan pemanfaatan sampah, kita dapat mengurangi jumlah sampah di sekitar kita. Tapi sebelum itu, Sahabat Exa harus tahu berberapa permasalahan mengenai sampah.
Sampah bagi lingkungan perkotaan masih menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. Setiap hari kita menghasilkan sampah setelah melakukan kegiatan, seperti memasak, makan, minum, jajan, belanja, dll. Hasilnya, sampah pun semakin banyak menumpuk di di lingkungan.
Kita tahu, sampah itu terbagi dua, yaitu sampah organik dan anorganik. Untuk saat ini saya akan membahas tentang sampah organik yang sebenarnya dapat dimanfaatkan dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos. Daripada dibuang percuma dan merusak pemandangan serta menimbulkan bau yang mengganggu. Akan lebih baik jika sampah organik yang banyak dihasilkan dari aktivitas rumah tangga (sampah rumah tangga) ini dijadikan pupuk kompos.
Sebelumnya, yang belum mengenal apa itu kompos, bisa baca terlebih dahulu posting saya berjudul "Apa Itu Kompos?"
Di postingan kali ini, cara membuat pupuk kompos dari sampah organik akan dijelaskan secara mudah semudah melakukannya.
- Kumpulkan sampah-sampah organik seperti sisa sayuran, sisa makanan, dedaunan kering, kulit buah, dan sebagainya. Agar proses pengomposan lebih cepat, sebaiknya potong kecil-kecil dengan ukuran maksimal 3 cm.
- Masukkan sampah tersebut ke dalam keranjang/ember/drum/bak/karung yang sudah dilubangi. Lubang-lubang tersebut berfungsi agar oksigen dapat masuk karena oksigen adalah faktor penting dalam proses penguraian sampah.
- Tambahkan pupuk kompos yang sudah jadi (bisa beli di toko tanaman) sebanyak 1/5 dari campuran sampah.
- Bioaktivator seperti EM4 (Effective Microorganism) atau kotoran hewan seperti kotoran ayam, kambing, atau sapi dapat ditambahkan untuk mempercepat proses terbentuknya pupuk kompos.
- Aduk campuran, tutup wadah dan letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung ataupun air hujan.
![]() |
| sumber: wikipedia |
Kalau volume campuran semakin sedikit dari waktu ke waktu karena proses penguraian oleh bakteri, bisa ditambahkan sampah baru setiap 2 hari dan diaduk.
Pupuk kompos sudah jadi jika berwarna kehitaman dan tidak berbau sampah. Lama proses sampai sampah organik tersebut berubah menjadi pupuk kompos bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan pupuk kompos seperti suhu, pH, kelembaban, oksigen, dll.
Hasil akhir pupuk kompos bisa diayak bila perlu agar diperoleh hasil pupuk yang halus. Sedangkan yang kasar dapat dijadikan sebagai aktivator untuk pembuatan kompos berikutnya.
Ingin lebih jelas ? Cara pembuatannya bisa dilihat di video ini. Walaupun tidak buatan sendiri dan mungkin ada berberapa perbedaan. Setidaknya tujuannya sama, memanfaatkan sampah untuk kebaikan bumi kita bersama :)
VIDEO From Youtube.com :
ADIWIYATA
PENGERTIAN
Adiwiyata adalah Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menujut terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.
TUJUAN PROGRAM ADIWIYATA
Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan norma-norma dasar dan antara lain: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu: partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; serta berkelanjutan, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprensif.
Kata Adiwiyata berasal dari kata Sansekerta ADI dan WIYATA. Adi mempunyai makna: besar, agung, baik, ideal atau sempurna, sedangkan Wiyata bermakna: tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, etika, dalam berkehidupan sosial. Bila kedua kata tersebut digabung maka secara keseluruhan maknanya yaitu:
"tempat yang baik dan ideal diamana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan"
Tujuan Program Adiwiyata ini adalah untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid, dan pekerja lainnya), sehingga upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Program ini merupakan salah satu Program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Program ini digulirkan untuk mengajak warga sekolah berpatisi pasi melestarikan dan menjaga lingkungan hidup di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan utamanya adalah mewujudkan kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia.
Dan ini foto Penampakan SMP Negeri 14 Malang-nya :
Kelas dan Lapangan Basket
PENGERTIAN
Adiwiyata adalah Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menujut terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.
TUJUAN PROGRAM ADIWIYATA
Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan norma-norma dasar dan antara lain: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu: partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; serta berkelanjutan, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprensif.
Kata Adiwiyata berasal dari kata Sansekerta ADI dan WIYATA. Adi mempunyai makna: besar, agung, baik, ideal atau sempurna, sedangkan Wiyata bermakna: tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, etika, dalam berkehidupan sosial. Bila kedua kata tersebut digabung maka secara keseluruhan maknanya yaitu:
"tempat yang baik dan ideal diamana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan"
Tujuan Program Adiwiyata ini adalah untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid, dan pekerja lainnya), sehingga upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Program ini merupakan salah satu Program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Program ini digulirkan untuk mengajak warga sekolah berpatisi pasi melestarikan dan menjaga lingkungan hidup di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan utamanya adalah mewujudkan kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia.
ADIWIYATA SMP NEGERI 14 MALANG
Dari banyaknya Sekolah Adiwiyata, Sekolah ku, SMP Negeri 14 Malang masuk di dalamnya. SMP Negeri 14 Malang tempat saya belajar yang terletak di Jalan Teluk Bayur No.2 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sekolah ini telah Masuk ADIWIYATA NASIONAL yang sebentar lagi masuk ke ADIWIYATA MANDIRI #Horreee :D
Ini foto Piagam Penghargaannya, Adiwiyata Provinsi dan Adiwiyata Nasional
Adiwiyata Provinsi
Adiwiyata Nasional
![]() |
| Papan Nama SMP Negeri 14 Malang |
| Gerbang Masuk SMP Negeri 14 Malang |
![]() |
| Lapangan Depan |
| Masjid Miftahul Jannah |
Papan Nama Sekolah di dalam Sekolah
![]() |
| Gazebo dan Kolam Ikan |
![]() |
| Kebun Sekolah |
![]() |
| Kamar mandi Laki-laki |
![]() |
| Kantin |
![]() |
| Kandang Satwa. ada burung jalak nya lho |
![]() |
| Perpustakaan dari dalam |
![]() |
| Perpustakaan dari Luar |
![]() |
| Perpustakaan dari dalam |
![]() |
| Dan tak lupa kepala sekolah. Bapak Budi |






























